Bekerja di tengah tuntutan yang makin tinggi sering bikin kepala penuh dan pikiran gampang banget capek. Deadline numpuk, chat kerjaan nggak ada habisnya, belum lagi tekanan target dan urusan pribadi yang ikut kebawa. Nggak heran kalau banyak orang ngerasa stres walaupun kelihatannya “baik-baik aja”.

 

Stres kerja itu wajar, sob. Tapi kalau dibiarkan terus-menerus tanpa diatasi, efeknya bisa ke mana-mana, produktivitas turun, emosi nggak stabil, gampang capek, bahkan bisa berdampak ke kesehatan fisik dan mental kamu. Tapi kabar baiknya, stres bisa dikurangi kok tanpa harus resign atau liburan mahal.

 

Di artikel ini, kita bakal bahas cara mengurangi stres di tengah kesibukan pekerjaan dengan langkah-langkah sederhana, realistis, dan bisa langsung kamu terapkan di kehidupan sehari-hari.

 



Kenapa Stres Kerja Perlu Dikelola?

Sedikit stres memang bisa bikin kita lebih waspada dan fokus. Tapi stres yang berlebihan justru bikin segalanya berantakan. Beberapa tanda stres kerja yang sering muncul antara lain:

 

  1. Pikiran susah fokus
  2. Mudah emosi atau sensitif
  3. Cepat lelah walau nggak banyak gerak
  4. Susah tidur atau malah tidur kebanyakan
  5. Kehilangan motivasi kerja

 

Kalau tanda-tanda ini mulai sering kamu rasain, artinya tubuh dan pikiran kamu lagi “minta jeda”. Mengurangi stres bukan tanda lemah, tapi bentuk peduli sama diri sendiri. Jadi istirahatin aja dulu pikirannya!

 

Atur Prioritas, Jangan Kerja Semua Sekaligus

Salah satu penyebab stres terbesar di tempat kerja biasanya itu Adalah kamu merasa semua hal harus dikerjakan bersamaan. Padahal, nggak semua tugas itu sama pentingnya.

 

Coba biasakan:

  1. Pisahkan tugas penting dan mendesak
  2. Fokus satu pekerjaan dalam satu waktu aja dulu
  3. Jangan multitasking berlebihan ya

 

Bikin to-do list harian berisi 3–5 tugas utama aja. Saat satu tugas selesai, otak dapat sinyal “berhasil”, dan itu bantu nurunin stres secara alami. Ingat sob, produktif itu bukan soal sibuk, tapi soal tepat sasaran.

 

Jangan Lupa Istirahat, Bukan Malah Ngerasa Bersalah

Banyak orang ngerasa bersalah kalau istirahat di tengah kerjaan. Padahal, kerja tanpa jeda justru bikin stres makin parah. Ujung-ujungnya bikin capek pikiran malah berantakan dong tugas/pekerjaanya.

 

Cukup lakukan hal sederhana ini:

  • Istirahat 5–10 menit setiap 1–2 jam kerja
  • Bangun dari kursi, stretching ringan
  • Minum air atau tarik napas dalam

 

Istirahat bukan berarti malas ya sob. Itu bagian dari strategi kerja yang sehat supaya pikiran tetap jernih dan pastinya enak dijalani.

 

Atur Batasan antara Kerja dan Kehidupan Pribadi

Kerja boleh serius, tapi hidup jangan sampai cuma soal kerja. Salah satu pemicu stres terbesar adalah kerjaan yang “kebawa” terus ke luar jam kerja. Pokoknya slow aja!

 

Kalau memungkinkan, coba Tentukan jam kerja yang jelas, Hindari buka chat kerja di luar jam kerja, Pisahkan waktu kerja dan waktu pribadi.

Batasan ini penting supaya kamu nggak merasa hidupmu cuma dihabiskan untuk pekerjaan.

 

Kelola Pikiran Kamu, Bukan Cuma Jadwal

Kadang stres bukan datang dari banyaknya kerjaan, tapi dari cara kita memikirkannya. Terlalu banyak overthinking, takut gagal, atau merasa harus selalu sempurna.

 

Coba latih pola pikir ini:

  1. Nggak semua hal harus sempurna
  2. Melakukan cukup baik itu sudah oke
  3. Kesalahan adalah bagian dari proses

 

Mengurangi stres juga berarti belajar berdamai dengan ekspektasi diri sendiri.

 

Bergerak dan Aktif Secara Fisik

Stres itu nggak cuma numpuk di kepala, tapi juga bikin tubuh cepat lelah. Makanya, aktivitas fisik penting banget buat bantu melepas stress, biar fokus dan relax.

 

Nggak harus olahraga berat juga, yang penting bisa dirutinkan, Jalan kaki 10–20 menit, Stretching di rumah, atau Cuma sekedar naik tangga daripada lift.

Gerak sederhana bisa bantu tubuh melepas hormon stres dan bikin suasana hati lebih stabil.

 

Jaga Pola Tidur dan Asupan Tubuh

Kurang tidur dan pola makan berantakan bikin stres makin gampang datang. Capek fisik sering nyamar jadi stres mental.

 

Beberapa hal yang bisa kamu jaga:

  • Tidur cukup dan konsisten
  • Kurangi begadang tanpa alasan jelas
  • Jangan skip makan

 

Tubuh yang cukup istirahat akan lebih kuat menghadapi tekanan kerja.

 

Luangkan Waktu untuk Hal yang Kamu Nikmati

Di tengah kesibukan kerja, jangan lupa punya “ruang aman” atau biasa disebut me time buat diri sendiri. Entah itu hobi, nonton, dengerin musik, atau sekadar rebahan tanpa mikir apa-apa.

 

Walau Hal kecil tapi berdampak besar buat pikiran, seperti:

  1. Dengerin lagu favorit kamu
  2. Ngopi santai tanpa gadget
  3. Melakukan hobi walau sebentar

 

Waktu untuk diri sendiri bukan pemborosan, tapi itu juga bagian dari kebutuhan biar gak terlalu capek dengan pekerjaanmu.

 

Cerita ke Orang yang Kamu Percaya

Memendam stres sendirian bikin beban terasa lebih berat. Kadang, kamu cuma butuh didengar, bukan dicarikan solusi.

 

Coba deh kamu cerita ke teman dekatmu, atau ngobrol santai sama pasangan (kalau punya) hehe

Atau bisa juga curhat ke keluarga.

Berbagi cerita bisa bikin pikiran lebih lega kok dan bisa mengurangi tekanan emosional.

 

Ingat! Bahwa Kamu Juga Manusia

Ini yang sering dilupakan. Kamu bukan robot sob. Capek itu wajar, stres itu manusiawi.

Nggak apa-apa kok kalau Nggak selalu produktif, kamu juga Butuh waktu istirahat, kalau udah Merasa lelah itu tanda kamu butuh jeda/istirahat tanpa mikir pekerjaan.

Mengurangi stres di tengah kesibukan pekerjaan dimulai dari menerima diri sendiri apa adanya.

 

Kesimpulan

Cara mengurangi stres di tengah kesibukan pekerjaan bukan soal menghilangkan semua masalah, tapi soal mengelolanya dengan lebih bijak. Dengan mengatur prioritas, memberi waktu istirahat, menjaga batasan, dan peduli pada kesehatan fisik serta mental, kamu bisa tetap produktif tanpa harus kelelahan.

 

Ingat sob, kerja itu penting, tapi kesehatan mental jauh lebih berharga. Pelan-pelan aja. Yang penting kamu sadar dan mau menjaga diri sendiri di tengah padatnya aktivitas.