Investasi sekarang memang jadi
salah satu cara paling masuk akal untuk mengembangkan uang kita. Tapi buat
pemula, dunia investasi bisa terasa seperti hutan belantara yang penuh peluang,
tapi juga penuh jebakan. Salah langkah sedikit saja, modal yang dikumpulkan
dengan susah payah bisa langsung amblas loh.
Masalahnya, banyak pemula bahkan
gen z terlalu mudah tergiur janji keuntungan besar dalam waktu singkat, tanpa
benar-benar memahami resikonya. Padahal kan, tidak semua investasi cocok untuk
pemula sob, apalagi yang belum punya pengalaman dan pengetahuan dasar soal
keuangan.
Supaya kamu nggak salah langkah,
artikel ini aku buat khusus kamu berdasarkan riset dan pengalaman pribadi aku,
jadi jangan lewatkan sampai habis ya.
akan ku Bahas tuntas 5 investasi
beresiko yang perlu dihindari untuk pemula, lengkap dengan alasannya. Disclaimer
dulu ya! Ini bukan berarti investasi itu selalu buruk, tapi resikonya terlalu
tinggi jika dilakukan tanpa pengalaman yang cukup.
Biar makin paham, yuk baca sampai
tuntas.
1. Investasi Bodong dengan Janji Untung Tidak Masuk Akal
Ini musuh utama pemula. Investasi
bodong biasanya menawarkan:
Keuntungan tetap dan tinggi
- Resiko nyaris nol (Katanya)
- Sistem “titip dana” tanpa transparansi
- Bonus referral berlapis
Kalau kamu dengar kalimat seperti
“uang kamu dijamin berkembang 30% per bulan tanpa risiko”, sebaiknya langsung
pasang alarm. Itu Cuma strategi marketing saja.
Dalam dunia investasi itu, high
return selalu sejalan dengan high risk. Tidak ada investasi legal dan sehat
yang bisa menjamin keuntungan besar tanpa risiko.
Banyak pemula terjebak karena:
- Kurang literasi keuangan
- Terlalu percaya testimoni
- Takut ketinggalan tren (FOMO)
Saran paling aman si, hindari
investasi yang tidak terdaftar di OJK dan tidak jelas model bisnisnya.
2. Trading Saham atau Kripto Tanpa Ilmu yang Cukup
Saham dan kripto sebenarnya bukan
investasi buruk. Tapi menjadi sangat beresiko untuk pemula yang masuk tanpa
belajar.
Banyak orang tergoda cerita:
“Untung jutaan dalam sehari”
“Modal kecil jadi besar dalam
waktu singkat”
Padahal, yang jarang dibahas Adalah
Resiko cut lossnya, Emosi saat harga turun bagaimana, dan juga kerugian karena
salah timing.
Pemula yang langsung terjun ke
trading tanpa Analisis dasar, Manajemen resiko, atau bagaimana cara mengontrol
emosi saat berinvestasi. Mudah panik dan gak
mikir money management.
Kalau kamu masih pemula sob,
sebaiknya:
- Fokus belajar dulu
- Mulai dari investasi jangka panjang
- Gunakan uang dingin, bukan dana kebutuhan sehari-hari ya
3. Forex dengan Leverage Tinggi
Bisa trading forex memang sering
terlihat keren, profesional dan menjanjikan, tapi justru sangat berbahaya untuk
pemula, terutama jika menggunakan leverage besar, nggak bisa control emosi, nggak
punya Risk & Reward yang baik.
Leverage memang bisa Melipatgandakan
keuntungan, Tapi juga bisa Melipatgandakan kerugian juga sob.
Banyak pemula nggak sadar bahwa Salah
analisis sedikit saja bisa menghabiskan modal kalau nggak di atur resiko
pertradingnya, Pergerakan pasar sangat cepat dan volatile jadi bisa bikim emosi
panik dan sering memicu keputusan yang buruk.
Tanpa pengalaman, forex dengan
leverage tinggi lebih cocok disebut high risk speculation, bukan investasi yang
aman untu pemula.
4. Investasi karena Ikut-ikutan Teman atau Influencer
Ini kesalahan klasik pemula: ikut
investasi karena orang lain untung.
Masalahnya:
- Kondisi keuangan tiap orang itu berbeda-beda
- Tujuan investasi pun berbeda
- Toleransi resiko juga berbeda
Apa yang cocok untuk temanmu,
belum tentu cocok untukmu.
Lebih bahaya lagi jika sumbernya:
- Influencer tanpa latar belakang keuangan
- Konten pamer profit tanpa edukasi risiko
Investasi yang baik seharusnya
berdasarkan:
- Tujuan keuangan pribadi
- Jangka waktu investasi
- Kemampuan menanggung risiko
Bukan karena takut ketinggalan
tren.
5. Bisnis atau Investasi dengan Skema Tidak Jelas
Beberapa investasi dibungkus
dengan label “bisnis”, padahal:
- Tidak ada laporan keuangan
- Tidak jelas sumber keuntungan
- Tidak ada kontrak resmi
Biasanya pemula tergoda karena Modal terlihat kecil, Dijanjikan pasif income, dan Sistemnya terdengar eksklusif. Padahal, investasi yang sehat seharusnya:
- Transparan
- Bisa dijelaskan secara logis
- Memiliki resiko yang masuk akal
Jika kamu sendiri tidak paham
bagaimana uangmu bekerja, itu tanda bahaya. Kamu harus sadar hal itu.
Kenapa Pemula Harus Lebih Hati-hati dalam Investasi?
Pemula itu kebanyakan masih belum
punya dana darurat, masih belajar mengatur keuangan, dan mudah terbawa emosi.
Masuk ke investasi berisiko
tinggi di tahap awal bisa:
- Membuat trauma investasi
- Mengganggu kondisi keuangan
- Menurunkan kepercayaan diri
Ingat ya! Investasi itu
seharusnya jadi alat bantu untuk masa depan keuanganmu ibarat Tabungan yang bisa
dikembangkan, bukan malah menjadi sumber stres kamu.
Alternatif Investasi yang Lebih Aman untuk Pemula
Daripada langsung terjun ke
investasi yang beresiko tinggi, kalau kamu pemula, bisa juga mempertimbangkan
jenis investasi seperti:
- Reksa dana pasar uang
- Reksa dana pendapatan tetap
- Deposito
- Emas
- Saham blue chip untuk jangka panjang
Instrumen ini relatif lebih
stabil sob, dan cocok untuk belajar memahami dunia investasi tanpa tekanan
berlebihan.
Kesimpulan
Tidak semua investasi cocok untuk
pemula ya. Mengejar keuntungan besar tanpa memahami resiko itu justru bisa
merugikan diri kamu sendiri. Lima investasi beresiko yang perlu dihindari untuk
pemula adalah investasi bodong, trading tanpa ilmu, forex, investasi karena
ikut-ikutan, dan skema instrumen investasi yang nggak jelas.
Langkah terbaik bagi pemula
adalah:
- Belajar dulu
- Mulai dari yang aman
- Fokus jangka panjang
Dengan adanya jam terbang untuk
belajar yang tekun, kamu bisa naik level
ke investasi yang lebih kompleks di kemudian hari.

0 Comments
Posting Komentar