Banyak orang mulai sadar
pentingnya investasi. Tapi muncul satu pertanyaan yang sering bikin bingung,
terutama buat freelancer, pekerja lepas, atau orang dengan penghasilannya yang
naik turun.
“Apakah memang wajib berinvestasi kalau kita nggak punya pendapatan tetap setiap bulannya?”
Kalau kamu juga pernah mikir
seperti itu, tenang sob… kamu nggak sendirian. Banyak orang merasa investasi
hanya cocok untuk mereka yang punya gaji bulanan stabil. Padahal kenyataannya
nggak selalu begitu.
Di artikel kali ini aipeto.net bakal bahas apakah investasi tetap bisa dilakukan walau penghasilan nggak menentu. Langsung aja yuk kita kupas satu per satu!
Pemikiran ini sebenarnya cukup
wajar. Banyak konten keuangan sering memberi contoh seperti ini:
- Sisihkan 10% sampai 20% dari gaji bulanan untuk berinvestasi
- Atur aja investasi rutin setiap bulan
- Nabung nggak bikin kaya, tapi investasilah kalau pengen kaya
Masalahnya, nggak semua orang
hidup dengan sistem gaji bulanan.
Tapi ada juga yang kerjaannya serabutan,
Cuma berharap hasil dari ngonten, pedagang kaki lima, ojol, petani, dan lain-lain.
Pendapatan mereka bisa naik turun
setiap bulan. Kadang tinggi, kadang biasa saja, bahkan kadang nol.
Nah dari sinilah muncul keraguan:
“Kalau penghasilanku nggak tetap,
masih bisa investasi nggak ya?”
Jawabannya singkatnya: bisa, sob.
Tapi caranya sedikit berbeda ya.
Yang terpenting dalam berinvestasi
Itu soal kebiasaan, biar kamu bisa bersikap bodoh amat dengan naik-turunnya
pergerakan harga dan supaya bisa tetap investasi tiap bulannya jalan terus.
Kebanyakan orang berinvestasi itu
cuma mikir untungnya aja tapi nggak mikirin berapa lama untuk tetap memegang asset
tertentu kalau semisal naruh uang dengan jumlah yang sama tiap bulannya.
Sampai sini kamu paham kan sob?
sebenarnya inti dari investasi itu bukan sekedar menyisihkan uang tiap bulan. Yang
lebih penting adalah bisa menyisihkan uang untuk waktu yang cukup lama demi
keberhasilan di masa depan.
Misalnya begini.
Orang A punya gaji tetap:
- Gaji: Rp5 juta
- Investasi: Rp500 ribu tiap bulan
Sementara orang B seorang
freelancer:
- Bulan ini portofolio minus Rp1 juta
- Bulan depannya lagi makin minus Rp3 juta
- Bulan berikutnya minus lagi Rp6 juta
Tapis coba kamu lihat! Orang B
tetap bisa investasi, hanya saja jumlahnya fleksibel mengikuti penghasilan.
Contohnya:
Bulan penghasilan tinggi →
investasi lebih banyak
Bulan penghasilan rendah →
investasi sedikit atau bahkan skip
Nggak masalah, sob. Yang penting kamu
tetap ada kebiasaan menyisihkan uang.
Apa Yang Terjadi Kalau Nggak
Pernah Mulai Untuk Berinvestasi?
Beberapa orang mungkin memilih
menunda investasi sampai mereka merasa penghasilannya stabil.
Kalau terus menunggu kondisi
sempurna, bisa jadi kamu baru mulai investasi di usia yang sudah cukup
terlambat.
Padahal dalam dunia keuangan, ada
satu konsep penting yaitu bunga berbunga.
Semakin cepat kamu mulai
investasi, semakin besar potensi pertumbuhan uangmu dalam jangka panjang.
Kalau saja kamu mulai Investasi
Rp500 ribu per bulannya dari mulai umur 25, bisa kamu naikan lagi ke Rp1 juta
per bulan mulai umur 30 tahunan.
Meskipun nominalnya lebih besar,
orang yang mulai lebih awal seringkali tetap menang karena efek compounding.
Makanya, mulai kecil itu jauh
lebih baik daripada menunggu sempurna.
Investor Dengan Pendapatan Yang Nggak Tetap
Walau ini bisa dilakukan, memang
ada beberapa tantangan yang biasanya dihadapi oleh orang dengan penghasilan
tidak stabil.
1. Cash Flow Nggak Konsisten
Kadang uang masuk banyak, kadang
sedikit. Ini membuat perencanaan investasi jadi agak sulit.
2. Nggak Bisa Megang Aset Lama
Ketika penghasilan sedang turun,
kebutuhan hidup tentu tetap harus dipenuhi kan.
Artinya apa? Jadi nggak bisa beli
aset lagi deh, bahkan jual lagi aset yang baru bulan lalu di beli.
3. Asal Jual – Beli Aset
Ada juga orang yang terlalu
semangat investasi saat penghasilan besar, lalu kesulitan saat bulan berikutnya
penghasilan menurun.
Karena itu penting untuk punya
strategi yang lebih fleksibel.
Berikut Cara Berinvestasi Buat Yang Nggak Punya Pendapatan
Tetap
Nah sob, ini bagian pentingnya.
Kalau kamu nggak punya pendapatan bulanan yang stabil, ada beberapa cara
investasi yang lebih cocok dilakukan.
Gunakan Sistem Persentase,
Bukan Nominal
Daripada menentukan angka tetap,
lebih baik gunakan persentase.
Misalnya nih sob:
- Dari penghasilanmu untuk yang mau di investasikan berapa persen perbulannya?
- Lalu untuk Tabungan sendiri berapa (Pisahkan ya! Uang untuk invest dan Tabungan)
- Terus sisanya lagi untuk kebutuhan bulanan
Contoh:
- Penghasilan bulan ini Rp7 juta.
- Investasi = 10%
- Berarti sekitar Rp700 ribu.
- Kalau bulan depan penghasilan hanya Rp3 juta, maka investasi cukup Rp300 ribu.
- Kelihatan kan, lebih fleksibel dan nggak bikin stres.
Pikirkan Dana Untuk
Keperluan Mendesak
Ini sangat penting untuk orang
dengan penghasilan yang tetap.
Dana untuk keperluan mendesak itu Adalah dana yang disiapkan untuk kondisi
darurat seperti uang cadangan yang digunakan ketika:
- Penghasilanmu turun
- Ada kebutuhan mendadak lainnya
- Kondisi keuangan bulanan sedang nggak baik
Idealnya dana darurat itu minimal
di rencanakan dulu untuk keperluan biaya hidup yang nggak bisa di perkirakan.
Dengan dana darurat yang cukup,
kamu bisa tetap bisa tenang walau penghasilan sedang turun.
Carilah Instrument Yang Rendah
Resiko
Beberapa jenis investasi lebih
cocok untuk orang dengan pendapatan nggak bisa tetap, misalnya:
- Reksa dana
- Emas
- Instrument Investasi seperti ini biasanya nggak bikin mental was-was dan cocok buat pemula.
- Jadi kamu bisa membeli aset kapan saja sesuai kondisi keuangan.
Hindari Investasi yang
Mengikat
Ada sih beberapa jenis investasi
yang mengharuskan untuk setoran tunai rutin di setiap bulannya.
Seperti:
- Program tabungan investasi otomatis
- Kalau penghasilanmu tidak stabil, jenis investasi seperti ini bisa terasa berat.
- Lebih baik pilih yang fleksibel aja sih dan nggak terlalu mengikat.
Pertanyaanya sekarang: Apa Benar,
Yang Nggak Punya Pendapatan Tetap Masih Bisa Berinvestasi?
Jawabannya: justru sebaiknya iya.
Freelancer biasanya nggak punya rencana
keuangan untuk jaminan hari tuanya, apalagi dapat tunjangan pabrik atau Perusahaan.
Artinya masa depan finansial
sepenuhnya bergantung pada pengelolaan uang sendiri.
Investasi bisa menjadi salah satu
cara untuk:
- Pengalokasian
- Menyiapkan masa pensiun
- Melindungi nilai uang jika terjadi inflasi
- Tanpa investasi, uang yang disimpan saja bisa tergerus inflasi setiap tahun.
Tips Sederhana Untuk Pemula Yang Mau Berinvestasi
Kalau kamu masih baru dalam dunia
investasi, jangan langsung mencoba hal yang terlalu rumit.
Mulai dari Nominal Kecil
Dulu
Nggak perlu langsung jutaan.
Bahkan dari nominal Rp10 ribu pun
udah bisa untuk beli aset seperti (Saham, Reksadana, Kripto) Tinggal cari aja
broker atau institusi yang legal di indonesia.
Yang penting kamu mau konsisten.
Gunakan Strategi Dollar
Cost Averaging
Strategi ini cukup populer di
kalangan investor.
Intinya adalah membeli aset
secara bertahap tiap bulan sekali tanpa mencoba menebak harga terbaik.
Kayak ikutan acara borong bitcoin dengan Timothy Ronald di youtube tinggal lihat videonya aja tiap bulan ada, tinggal ikut aja, tapi biar kamu nggak merasa ketinggalan. Dengan cara ini dapat membantumu mengurangi resiko membeli di harga yang terlalu tinggi.
Peganglah Asetmu
Memang si, kebanyakan orang investasi
itu dengan mindset cepat kaya, antara relaita dan Impian menjadi satu. Padahal
investasi terbaik itu biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama.
Ketahui dulu tujuan utama kamu
berinvestasi! Apa hanya ingin sekedar punya aset, pengalokasian keuangan kalau udah
ada uang lebih?
Kesalahan Umum Investor Pemula Saat Mulai Investasi
Berikut beberapa kesalahan yang
sering dilakukan oleh pemula.
1. Buru-buru beli Aset Tanpa
Riset
Banyak orang berpikir investasi
hanya untuk orang yang ingin kaya.
Padahal justru investasi adalah
cara untuk membangun kekayaan secara perlahan.
Butuh riset dan butuh waktu.
2. Memakai Semua Uang Yang
Merasa Nggak Terpakai
Ini juga nggk boleh diterapkan.
Yang Namanya investasi tetap ada
resikonya kerugiannya, jangan berfikir untung terus.
Selalu sisakan uang untuk bagian
investasi sendiri, jangan sampai di all ini cuma karena cinta asetnya
3. Nggak Punya Pendirian
Kadang orang membeli aset hanya
karena aset itu sedang viral. Walau demikian, jangan pernah lupa kalau sebaik apapun
asetnya selalu ada kegagalan di dalamnya.
Ingat sob, investasi seharusnya
dilakukan dengan pemahaman yang cukup, bukan sekadar ikut-ikutan.
Jadi, Apakah Wajib Investasi Kalau Nggak Punya Penghasilan
Tetap?
Coba kamu pikirkan sejenak
jawabannya?
Kalau pendapat ku sendiri Adalah:
Nggak wajib, tapi sangat disarankan.
Investasi bukan kewajiban yang
harus dipaksakan setiap bulan.
Namun investasi bisa menjadi alat
yang sangat membantu untuk membangun masa depan finansial yang lebih baik.
Bahkan jika penghasilanmu tidak
stabil, kamu tetap bisa berinvestasi dengan cara yang lebih fleksibel.
Dan yang perlu kamu benahi mulai
sekarang dalah:
- Mengatur keuangan dengan baik
- Tidak memaksakan investasi
- Nikmati prosesnya
- Konsisten dalam jangka panjang
Kesimpulan
Kalau kamu memiliki pendapatan
yang nggak tetap itu bukan berarti kamu nggak bisa membangun masa depan
finansial yang baik.
Banyak freelancer, pengusaha
kecil, bahkan kreator digital yang berhasil mengembangkan kekayaan mereka
melalui investasi.
Kuncinya bukan pada seberapa
besar penghasilanmu setiap bulan, tapi pada bagaimana kamu mengelola uang yang
kamu miliki.
Jadi kalau kamu masih ragu untuk
mulai investasi hanya karena penghasilanmu naik turun, ingat satu hal ini:
Mulai aja dulu dengan uang kecil
itu jauh lebih baik daripada nggak berani mulai sama sekali.
Nggak perlu terburu-buru, sob.
Pelan-pelan saja, yang penting konsisten.
Karena dalam dunia keuangan,
waktu dan kebiasaan seringkali lebih penting daripada jumlah uang yang besar.

0 Comments
Posting Komentar