Berani memulai investasi sering
terasa seperti langkah besar dalam perjalanan mengatur keuangan. Sekarang banyak
orang melihat masa depan yang lebih aman dengan tabungan yang terus tumbuh, dan
peluang untuk mendapatkan manfaat dari uang investasi yang mereka kelola.
Namun, bisnis nggak sesederhana
itu sob. Kalau investasi terlalu awal masuk tanpa research dulu akan terasa
menakutkan bagi investor pemula dan rata-rata yang baru mengenal investasi malah
berhenti untuk melanjutkan, sehingga pada tahap yang lebih lanjut, beberapa
investor tingkat pemula justru kehilangan uang dan merasa nggak untung dari investasi,
bahkan di tahun pertama mereka.
Kadang-kadang, ada juga beberapa
atau bahkan mereka pergi karena merasa bahwa investasi itu terlalu sulit, tapi
menurut aku sih mereka kurang mau mendalami ilmunya saja. Dan kalau boleh jujur
nih, investasi itu simple kok, asal mental dan money managemennya ada.
Mungkin bukan hanya aku yang lagi
mikir gini! “Kegagalan biasanya bukan karena investasi itu sendiri yang salah
tapi masalahnya sering kali berasal dari memulai dengan cara yang salah”.
Karena faktanya sob, banyak orang
nggak memiliki pemahaman lengkap tentang dunia investasi pada awalnya. Asal masuk
saja, jadinya ya rugi dong.
Inilah Alasan Mengapa Beberapa Investor Gagal Di Tahun Pertama! Pelajari Lebih Dalam Bagaimana Mengelola Keuangan Untuk Investasi
Salah satu kesalahan paling umum
adalah langsung berinvestasi tanpa pengetahuan tentang cara mengelola uang itu
bagaimana.
Orang tertarik pada hal ini
karena mereka cuma tahunya apa yang mereka temukan di internet, atau cerita
sukses orang lain. Seperti ada beberapa memiliki teman yang sudah mendapatkan
manfaat dan untung dari saham, sementara yang lain merespons tren yang sedang
naik daun dari mata uang kripto atau reksa dana yang ada di sekitar.
Kebanyakan kasusnya adalah
mengikuti tren tanpa pengetahuan tentang instrument dan ternyata dapat
mengakibatkan keputusan yang nggak sesuai ekspektasi.
Perlu diketahui, setiap jenis
investasi memiliki resiko yang berbeda-beda.
Misalnya:
- Imbal hasil tinggi tetapi pergerakan harga yang sangat fluktuatif adalah karakteristik khas saham.
- Reksa dana umumnya lebih ramah buat pemula karena dana ini dikelola langsung oleh manajer investasi.
- Kalau emas stabil, tetapi dalam hal pertumbuhan, biasanya lebih lambat.
Sekali lagi, nggak ada yang akan
membeli investasi kalau nggak sesuai, kecuali kamu sudah benar-benar mengenal
perbedaan ini.
Ekspektasi Keuntungan Terlalu
Tinggi
Dan ini membuat investor lain
bersemangat untuk menumbuhkan investasi mereka dengan harapan bahwa investasi
dapat berlipat ganda dalam hitungan minggu.
Harapan ini biasanya muncul
sebagai respons terhadap cerita sukses orang lain di media sosial.
Sebenarnya sob, investasi yang
sehat, dalam dunia keuangan, sebagian besar membutuhkan waktu untuk tumbuh
perlahan. Tentu saja, hasilnya bisa sangat positif, tetapi nggak dalam semalam
ya.
Misalnya, banyak investasi jangka
panjang menghasilkan pengembalian tahunan rata-rata sekitar 8–15%. Itu, memang
benar, sebenarnya angka itu yang cukup bagus dari perspektif jangka panjang.
Jikalau kamu meminta pengembalian
keuntungan yang terlalu tinggi dalam waktu singkat dan mengharapkan peningkatan
dengan jumlah resiko yang tepat, artinya kamu sudah mengambil resiko yang lebih
besar.
Tapi kekecewaan bisa datangkalau
ternyata imbal hasil hasil nggak sesuai harapan.
Memulai Investasi Tanpa Tujuan
Yang Jelas
Skenario umum lainnya adalah
memulai investasi tanpa tujuan yang jelas. Banyak yang percaya bahwa selama
uang mereka dimasukkan ke dalam sesuatu, itu benar.
Beberapa tujuan investasi yang dimaksudkan
adalah:
- Persiapan dana pensiun
- Uang pendidikan anak
- Pembelian rumah
- Pembangunan kemandirian finansial
- Menambah sumber pendapatan
Jika tujuannya jangka panjang,
maka kenaikan harga di atas atau di bawah tujuan tersebut bukan masalah besar
sob.
Tetapi tanpa tujuan yang jelas,
penurunan harga dapat memicu kepanikan. Akhirnya, investasi dijual terlalu
sering.
Terlalu Mengikuti Tren (FOMO)
Ketika sesuatu menjadi tren
begitu cepat viral, dan satu aspek dibicarakan begitu banyak, banyak orang
khawatir kehilangan peluang. Mereka membeli, dan tanpa berpikir.
Kesulitannya adalah bahwa
keputusan semacam ini sering kali dicapai ketika harga sudah pada titik
tertinggi.
Hasilnya cukup jelas. Pasar mulai
menurun setelah pembelian dilakukan pada harga yang begitu tinggi.
Perasaan kehilangan ini membuat
investor pemula merasa investasi mereka gagal. Ini adalah titik infleksi yang
benar-benar menjadi masalah.
Nggak Mikirin Manajemen Resiko
Ketika kamu datang, masuk ke dunia
investasi tanpa mau belajar dulu, resiko nggak akan begitu terasa mengintai.
Ini adalah apa yang dikatakan mentor keuangan aku sebagai masalah yang nyata
dan terbaikan.
Bahkan instrumen dari perusahaan blue
chip yang dianggap "aman" mungkin tetap ada siklus penurunannya.
Banyak investor baru, sayangnya,
nggak tahu bagaimana mengelola resiko dengan efektif.
Berikut beberapa kesalahan umum,
meliputi:
- Menempatkan semua dana hanya pada satu jenis investasi.
- Menggunakan dana darurat untuk investasi.
- Nggak melakukan diversifikasi.
- Berinvestasi tanpa strategi.
Ingat ya sob! Diversifikasi
adalah salah satu prinsip kunci dalam manajemen keuangan investasi.
Lalu apa itu Diversifikasi?
adalah tentang menyebarkan uang di antara berbagai instrument guna untuk
mengurangi resiko kerugian dari aset yang lain.
Dalam pendekatan strategis
seperti ini, jika satu aset menurun, kerugian nggak terlalu parah karena ada
aset lain yang lebih stabil.
Menggunakan Uang Yang Seharusnya Digunakan untuk Kebutuhan
Lain
Kesalahan kedua yang sering
terjadi tanpa disadari adalah menggunakan uang yang belum siap untuk
diinvestasikan.
Beberapa orang menggunakan dana
kebutuhan sehari-hari atau bahkan dana darurat untuk investasi.
Ketika pasar turun dan mereka
membutuhkan uang, satu-satunya pilihan adalah menjual aset tersebut.
Sayangnya, penjualan sering
terjadi ketika harga lagi rendah-rendahnya. “Syukur-syukur dapat harga jual
pas lagi tinggi-tingginya ya sob! Hehehe”
Dalam perencanaan keuangan yang
efektif, investasi harus dilakukan dengan "uang dingin," istilah yang
merujuk pada dana yang nggak akan digunakan dalam jangka pendek.
Ada beberapa hal yang sebaiknya
dipersiapkan sebelum kamu mulai berinvestasi:
- Dana darurat nggak kurang dari jumlah untuk membayar tiga hingga enam bulan pengeluaran.
- Pendapatan yang relatif stabil.
- Nggak punya hutang.
Berinvestasi biasanya bisa
dilakukan dengan lebih tenang jika kondisi ini terpenuhi.
Memeriksa Pergerakan Investasi Terlalu Sering
Kebanyakan investor pemula merasa
perlu untuk melacak investasi mereka setiap hari.
Mereka bahkan membuka aplikasi
investasi beberapa kali sehari.
Kebiasaan ini adalah alasan mengapa
keputusan sebenarnya sudah bagus berdasarkan statistik tapi malah menjadi
emosional.
Yang perlu kamu maklumi adalah fluktuasi
harga jangka pendek memang sering berfluktuasi seolah-olah itu adalah hal
biasa. Karena kalau kamu nggak bisa memaklumi, ini bisa terasa bikin otakmu tegang
jika dilihatin setiap hari.
Akibatnya, bikin sering:
- Panik ketika harga turun sedikit.
- Menjual aset terlalu cepat.
- Mengubah strategi sepanjang waktu.
Jadikan sebagai aturan ya sob,
investor berpengalaman itu lebih tertarik pada bagaimana tujuan jangka panjang
mereka dan bukan pada apa yang terjadi dalam pergerakan harga saat ini.
Kurangnya Keberanian Dalam Berinvestasi
Banyak orang melihat investasi
sebagai sesuatu yang dilakukan sesekali.
Faktanya, mereka hanya
berinvestasi ketika memiliki kelebihan dana yang memang tersedia.
Dan itulah keberanian dalam
berinvestasi.
Kalau kamu sudah paham polanya, Investasi
bulanan yang teratur sering menawarkan hasil yang lebih stabil daripada
bergantung pada momen tertentu loh.
Salah satu pola investasi yang sering
terjadi adalah sebagai berikut:
- Mengalokasikan 10% dari pendapatan setiap bulan.
- Berinvestasi secara konsisten pada tanggal tertentu.
- Mengalokasikan sebagian dari bonus atau tunjangan liburan untuk berinvestasi.
Kebiasaan ini memungkinkan kamu
untuk mendapatkan manfaat dari efek bunga majemuk: “keuntungan yang terus
meningkat seiring waktu”.
Kurangnya Mendalami Ilmu Keuangan
Sebagian besar kesalahan
investasi dalam keuangan semuanya berasal dari satu hal, yaitu: “nggak mau
belajar dulu sebelum terjun”.
Banyak orang nggak mendengar
apa-apa tentang investasi, hanya potongan informasi di beberapa media sosial.
Memang sih ya, kalau cuma nonton
video orang, rasanya kayak gampang banget, nyatanya kebanyakan orang harusnya
belajar berinvestasi secara perlahan dan berkembang.
Kabar baiknya, sekarang semakin
mudah untuk mendapatkan sumber daya untuk belajar tentang investasi.
Berikut adalah beberapa cara
mudah Anda dapat menambah pengetahuan investasi Anda:
- Membaca buku, terutama tentang keuangan pribadi.
- Menghadiri webinar atau kelas investasi.
- Mendengarkan podcast keuangan.
- Membaca artikel dari sumber terpercaya.
Semakin kamu gigih untuk belajar,
semakin mudah pula untuk membuat keputusan investasi yang rasional dan kemudian
mendapatkan imbal hasil yang memang layak untuk kamu dapatkan.
FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Kegagalan Investasi
Apakah investor akan
mengalami kerugian sejak awal?
Ya, itu cukup umum. Banyak individu berpengalaman telah mengalami kerugian di awal perjalanan mereka sendiri. Tetapi poin kuncinya adalah belajar dari kesalahan tersebut.
Mengapa investor pemula
umumnya gagal di tahun pertama berkali-kali?
Sebagian besar waktu, karena
pembelajaran investasi yang nggak terinformasi, harapan yang terlalu tinggi dan
keputusan yang dibuat di bawah pengaruh emosi atau tren.
Saat ini, banyak platform investasi memungkinkan seseorang untuk memulai dari Rp10.000 hingga Rp100.000. Jadi, bahkan jumlah modal kecil sudah cukup untuk mulai belajar berinvestasi.
Bagaimana saya bisa
mengurangi risiko investasi?
Salah satu cara terbaik untuk
melakukannya adalah ketika Anda melakukan diversifikasi, memahami instrumen
investasi tersebut dan berinvestasi menggunakan uang yang benar-benar siap
untuk itu.
Kesimpulan
Kegagalan berinvestasi di Tahun pertama
sebenarnya adalah pengalaman yang cukup umum, terutama bagi beberapa orang yang
baru saja menemukan cara mengelola uang.
Kesalahan seperti mengikuti apa influencer,
memang terkesan memiliki harapan yang terlalu tinggi dan nggak memahami resiko
sering menjadi alasan besar di baliknya.
Tetapi pengalaman itu bisa
menjadi pelajaran berharga. Asal nggak sampai rugi banyak!
Kesempatan untuk mendapatkan
hasil yang lebih baik akan bisa dipelajari dengan mendapatkan pemahaman tentang
dasar-dasar investasinya dulu dan bekerja keras supaya bisa sebagian di
investasikan, biar tetap konsisten.
Nah, yang perlu kamu ingat lagi nih sob! Bisnis
ini harus menjadi proses jangka panjang yang melibatkan banyak kesabaran,
disiplin dan pemahamanmu untuk terus belajar dan dikembangkan.

0 Comments
Posting Komentar