Pernah nggak sih ngerasa gaji kamu
sebenarnya sudah lumayan, tapi entah kenapa selalu merasa habis lebih cepat
dari perkiraan?
Padahal, nggak dipakai buat beli
yang mahal-mahal, Bukan juga karena liburan atau gaya hidup mewah. Tapi uangnya
kok kayak… menguap begitu aja.
Kalau kamu pernah ngerasain hal
itu, berarti ada yang kurang diatur dalam urusan keuanganmu. Jangan berkecil
hati ya.. Banyak orang juga punya masalah keuangan bukan karena kurang
penghasilan, tapi karena hal-hal kecil yang seperti ini, kelihatannya sepele memang.
Masalahnya, justru karena
kelihatan sepele, kita sering menganggapnya aman. Padahal kalau dilakukan
terus-menerus, dampaknya bisa serius buat keuangan pribadi kan.
Nah, di artikel ini kita bahas
bareng-bareng 8 hal sepele yang bisa merusak keuangan pribadi, tanpa menggurui,
tanpa sok pintar. Cuma sharing pengalaman aja.
1. Sering Bilang “Ah, Cuma Sedikit”
Kalimat ini kelihatannya polos.
“Ah, cuma 20 ribu.”
“Ah, cuma kopi.”
“Ah, sekali-sekali doang.”
Masalahnya, yang “cuma sedikit”
itu sering muncul setiap hari.
Kalau dihitung-hitung dari Ngopi,
jajan, Jalan-jalan, Neraktir teman, kalau nggak dikontrol jumlahnya bisa setara
cicilan bulanan loh.
Bukan berarti kamu nggak boleh gitu.
Tapi kalau semuanya selalu dianggap kecil, lama-lama keuanganmu bocor tanpa
kamu sadari.
2. Tidak Pernah Mencatat Pengeluaran
Banyak orang malas mencatat
karena merasa ribet.
Padahal tanpa catatan, kamu nggak
pernah benar-benar tahu:
- uang habis ke mana
- pos mana yang paling boros
- kebocoran terbesar ada di bagian mana
Akhirnya tiap bulan cuma bisa
bilang,
“Kayaknya sih nggak boros,
tapi kok habis ya?”
Mencatat itu bukan soal pelit ya
sob.
Itu soal sadar dalam pengendalian
diri.
3. Terlalu Mengandalkan Ingatan
“Tenang, masih inget kok
pengeluaranku.”
Faktanya, otak manusia itu jago
lupa, hehehe — apalagi soal hal yang disepelekan begini.
Kita biasanya cuma ingat yang
besar, yang menyenangkan.
Sedangkan pengeluaran kecil tapi
sering?
Itu jarang banget diingat.
Mengandalkan ingatan untuk urusan
uang itu kayak menabung pakai angin. Niatnya ada, hasilnya belum tentu.
4. Gaya Hidup Naik, Tapi Penghasilan Tetap
Ini yang namanya jebakan gaya
hidup paling halus.
- Saat gaji naik sedikit:
- nongkrong ikut naik
- standar belanja naik
- gaya hidup ikut menyesuaikan
Padahal kenaikannya belum tentu
stabil.
Akhirnya, walaupun penghasilan
bertambah, kondisi keuangan tetap segitu-gitu aja. Nggak ada ruang buat nabung,
apalagi investasi.
Naiknya penghasilan seharusnya
bikin hidup lebih aman, bukan cuma terlihat lebih “wah”.
Banyak orang mikir dana darurat
itu cuma hal sepele, banyak yang ngeremehin, harus penghasilan gede dulu.
Padahal justru yang penghasilannya pas-pasan malah paling butuh.
Ingat! Hidup itu nggak pernah
benar-benar bisa ditebak, kamu bisa aja besok tiba-tiba sakit, motor rusak, kebutuhan
mendadak lainnya, lebih fatalnya lagi kamu kehilangan pekerjaan.
Kalau nggak punya dana darurat,
solusi tercepat biasanya cuma satu: hutang.
Dan dari sinilah masalah keuangan
cenderung bermasalah.
6. Terlalu Mudah Pakai Paylater atau Kartu Kredit
Ya nggak salah juga si.
Tapi yang berbahaya itu cara
pakainya. Karena terlalu mudah, kita sering lupa ini bukan diskon, ingan, ini hutang
sob.
Rasanya emang nggak terasa di
awal, tapi berat saat tagihan datang.
Kalau tidak kamu kontrol,
paylater bisa bikin kamu hidup hari ini dengan uang masa depan — dan itu
melelahkan.
7. Tidak Punya Tujuan Keuangan
Kalau uang tidak diberi tujuan,
atau perencanaan untuk jangka Panjang, uang yang kamu pegang akan pergi ke mana
saja. Tanpa target seperti:
- dana darurat
- tabungan
- rencana jangka panjang
uang hanya akan lewat sebentar di
rekening, terus bingung sendiri “kok cepet banget habis ya!”.
Tujuan keuangan itu seperti arah ya. Tanpa arah, seberapa besar pun
penghasilan yang kamu dapatkan, tetap aja terasa kurang.
8. Menunda-nunda Mengatur Keuangan
Ini yang paling berbahaya karena
kelihatannya memang paling aman dan kayak nggak penting.
“Besok aja mulai.”
“Nanti kalau gajiku naik.”
“Nunggu stabil dulu.”
Semakin ditunda, kebiasaan buruk
semakin mengakar. Dan saat sadar, sering kali kondisinya sudah terlanjur berat.
Baca Juga: Tips MengaturAnggaran Keuangan Bulanan yang Baik untuk Jangka Panjang
Kesimpulan
Masalah keuangan pribadi itu
jarang datang dari satu kesalahan besar. Biasanya justru dari kebiasaan kecil
yang dilakukan terus-menerus.
Hal-hal sepele seperti jajan
kecil, malas mencatat, atau menunda bisa perlahan menggerogoti kondisi keuangan
tanpa terasa.
Kabar baiknya, karena penyebabnya kecil, solusinya pun bisa dimulai dari langkah kecil ini. Yang penting mulai sekarang kamu sadar diri dulu.
Karena mengatur keuangan bukan
soal siapa yang paling kaya, tapi siapa yang paling bisa menjaga uangnya.

0 Comments
Posting Komentar