Di dalam setiap kita menjalin
sebuah hubungan asmara, sering kali ada aja masalah yang datang dari hal yang
kadang kita tu bingung “kenapa tiba-tiba masalahnya jadi gede gini?”. Padahal
pertengkaran sebelumnya nggak ada hubungannya sama sekali.
Justru, banyak hubungan rusak
pelan-pelan itu karena dari kesalahan kecil yang dianggap sepele. Terutama dalam
hal pengucapan atau komunikasinya. Awalnya mungkin cuma ngeremehin “Alah gini
doang, Nanti juga biasa lagi.” Bisa juga dari “Nggak perlu dibahas ah, ribet.”
Padahal tanpa kita sadari,
kebiasaan kecil itu bikin jarak secara emosional, dan akhirnya hubungan jadi
dingin tanpa kita tahu kenapa.
Kalau kamu saat ini emang lagi
menjalin hubungan, baik itu pacaran, tunangan, atau bahkan sudah menikah. Artikel
ini penting buat, jadi pastikan kamu baca sampai habis ya.
Karena bisa jadi, kamu nggak sedang punya masalah sama dia, tapi mungkin kamu sedang merasa melakukan kesalahan berulang kali yang kamu anggap biasa aja.
Banyak orang berpikir hubungan
hancur karena selingkuh, orang ketiga, atau kesalahpahaman doang.
Padahal kenyataannya, sebagian
besar hubungan rusak itu karena selalu menganggap sepele pasangan dan saling
merasa benar dan penyebab itulah yang nggak pernah diperhatikan.
Apalagi yang bikin nggak enak
banget itu, jika hubungan sudah terasa biasa aja, nggak kayak awal menjalin
dulu, nggak harmonis deh pokoknya.
Hubungan udah terjalin lama, tapi
nggak diperhatikan bagaimana cara kamu bersikap memang nggak langsung kelihatan
rasanya, karena selalu menganggap sepele. Tapi itu nggak baik untuk masa depan kalian,
percaya deh pasti kalau ada masalah dikit aja, kayak hal yang nggak ada
hubungannya ikut dibahas.
Aku udah pernah ngalamin soalnya!
Jadi aku share ke kamu melalui artikel ini. Dan, inilah 5 kesalahan dalam
hubungan asmara yang paling sering dianggap sepele, tapi harus serius
diperbaiki.
1. Menganggap Pasangan “Sudah Pasti Mengerti”
Ini kesalahan paling umum, tapi
juga paling mematikan.
Banyak orang berpikir:
“Dia kan pasanganku, harusnya
ngerti dong tanpa aku jelasin.”
Tapi masalahnya, pasanganmu punya
batasan emosi juga. Jadi kenapa ini nggak baik?
- Pasangan jadi sering salah paham
- Kamu merasa nggak dipedulikan
- Dia merasa kamu terlalu banyak tuntutan
Akhirnya malah kamu yang kecewa, dianya
malah bingung, dan kalian malah merasa jadi capek sendiri.
Contoh sederhananya aja deh:
- Kamu pengen ditemani, tapi nggak bilang.
- Pasanganmu sibuk dan nggak peka.
- Kamu marah. Eh Dia heran.
Padahal akar masalahnya cuma
satu: nggak ngomong terus terang.
Jadi dalam suatu hubungan itu,
mengungkapkan perasaan itu bukan berarti kita bawel, berterus terang itu yang
dibutuhkan.
2. Terlalu Sering Menyepelekan Perasaan Pasangan
Kalau ini emang sakit banget sob!
Aku juga nggak suka banget di giniin.
Coba kamu bayangin kalimat-kalimat
ini yang kelihatannya seperti ngajak bercanda tapi jika diucapkan dengan
ekspresi datar, rasanya seperti udah beda jalur:
“Kamu lebay deh.”
“Masa gitu aja dipikirin?”
“Ah, kamu baperan banget sih.”
Buat kamu yang merasa sering ngomong
gitu, please deh, jangan sampai berlebihan walau mungkin niat kamu cuma
bercanda.
Karena buat yang dengarin,
rasanya seperti kayak nggak dihargai banget. Dan perkataan seperti ini tu nggak
baik. Bisa-bisa pasanganmu mulai berhenti cerita, komunikasi makin tertutup, hubungan
jadi hambar bukan karena nggak ada masalah, tapi karena capek untuk menjelaskan
perasaannya.
Ingat ya! Dalam sebuah hubungan, saling
memahami perasaan satu sama lain itu penting, walau kamu nggak selalu setuju
yang penting bisa tetap menghargai.
3. Menghindari Masalah dengan
Cara Diam
Banyak orang dengan bangganya
bilang:
“Aku nggak suka ribut, jadi
mending diem.”
Padahal, diam apalagi lari dari
masalah bukanlah solusi, tapi justru menunda masalah dan menjadikannya besar.
Kenapa ini nggak boleh dilakuin?
Bikin masalah nggak bakalan
selesai, malah emosi kependam terus, lama-lama tau sendiri endingnya bisa-bisa
bikin putus.
Suatu hubungan itu nggak mungkin
nggak dapat masalah, tapi yang terpenting bagaimana cara kamu menyelesaikannya.
Tanda kamu sedang terjebak di pola
ini:
lebih sering ngalah tapi kesel
bilang “nggak apa-apa” padahal
sakit
pura-pura baik-baik saja
Komunikasi yang baik itu nggak
harus gitu, tapi kamu harusnya berani ngomong jujur!
Biar kamu makin paham baca artikel aipeto.net yang ini: Kenapa Komunikasi Jujur Lebih Penting
daripada Selalu Sepakat.
4. Menganggap Perjuangan Atau
Pengorbanan Pasangan Itu Biasa Aja
Coba kamu inget-inget di awal pas
kamu baru menjalin hubungan sama dia!
- Kalau chat dibalas cepat, kamu senang
- Pas dikabarin, selalu merasa diperhatikan
- Saat lagi ditemani, kamu merasa dihargai
Tapi dari semua itu, apa kamu pernah
mikir: “Ya emang harusnya begitu kan?”
Kalau iya, kamu nyadar nggak sih,
kamu mulai menganggap usaha pasanganmu itu hanya sebagai kewajiban, bukan Perjuangan
Atau Pengorbanan buat memperhatikanmu.
Aku kasih Contoh yang sering
terjadi sama aku dan pasanganku:
- nggak pernah saling bilang terima kasih
- jarang di apresiasi
- kadang suka membanding-bandingkan kekuranganku dengan yang lain
Dan itu menyakitkan buatku!
Padahal, sekecil apa pun usaha
itu, butuh energi dan niat.
Dari pengalaman itu aku sadar
bahwa hubungan yang awet bukan karena pasanganmu sempurna, tapi karena saling bisa
menghargai satu sama lain.
5. Terlalu Nyaman Sampai Lupa
Menjaga Hubungan
Nyaman itu memang enak ya sob,
karena memang itu yang di cari jika menjalin hubungan. Tapi terlalu nyaman juga
bisa jadi masalah kalau hubungannya udah terjalin lama.
Berikut tanda-tandanya, jika masalah
mulai muncul, berdasarkan pengalamanku sih, semua di mulai dari jarang jalan
bareng, ngomong seadanya, nggak punya circle baru buat bisnis, karena terlalu
nyaman dengan pasangan dan semua itu terjadi karena merasa sudah kelewat nyamannya.
Ingat ini ya sob:
- rasa sayang itu bisa pudar kalau diabaikan
- kedekatan memang butuh usaha
- hubungan itu bukan berarti harus bareng terus
Kalau mau hubungan bertahan lama,
jangan berhenti berusaha meski sudah nyaman. Dan jangan sampai kamu kelewat
nyaman sampai lupa dengan yang lain.
Kenapa Kesalahan Sepele itu Justru Lebih Berbahaya?
Karena terjadi setiap hari dan
jarang disadari, sudah dianggap wajar, Ibarat tetesan air, lama-lama bisa
mengikis batu.
Hubungan memang nggak hancur
dalam semalam, tapi pelan-pelan seperti makan malam “habis manis, sepah
dibuang”.
Cara Memperbaiki Hubungan dari Kesalahan
Kabar baiknya, kesalahan ini bisa
diperbaiki, asal kamu mau sadar diri dan berusaha berubah.
Beberapa langkah sederhana yang
bisa kau coba:
- Belajar ngomong jujur tanpa menyalahkan
- Dengarkan pasanganmu tanpa menghakimi
- Hargai usahanya sekecil apa pun
- Sisihkan waktu khusus untuk pasanganmu
Coba dilatih ya sob! Mulai sekarang
harus dicoba.
Yang penting kamu mau berproses
bareng dia.
Hubungan Sehat Itu Bukan Tentang Siapa yang Benar
Hubungan sehat bukan soal siapa
paling sabar, siapa paling ngalah, siapa paling benar,
Tapi soal saling memahami, saling
belajar, saling bertumbuh Bersama.
Kalau dua-duanya mau memperbaiki
diri, hubungan punya peluang besar untuk bertahan.
Penutup
Jadi sob, banyak hubungan
berakhir bukan karena kurang rasa cinta, tapi karena kurang sadar aja.
Kita harus sadar bahwa perasaan
pasangan itu penting dan harus diperhatian, komunikasi yang sopan itu wajib jangan
sampai berkata kasar, dan usaha sekecil apapun pasanganmu itu berarti harus
tetap dihargai.
Kalau kamu membaca artikel ini
dan merasa “kok kayak gue ya”, itu bukan kebetulan dan jangan berpikir hal
buruk.
Itu tandanya kamu harus berubah,
punya rasa peduli dan mau belajar.
Dan itu sudah satu langkah lebih
maju dari banyak orang.

0 Comments
Posting Komentar