Banyak orang mengira hubungan yang sehat itu adalah hubungan yang jarang terjadi pertengkaran. Kebanyakan orang mikir hubungan yang baik itu bisa selalu saling menyepakati satu sama lain, apakah gitu harus selalu bilang “iya” walau sebenarnya keberatan, selalu terlihat harmonis dari luar. Padahal kenyataannya ya nggak gitu juga, hubungan yang terlalu sering sepakat justru bisa menyimpan banyak hal yang tidak pernah benar-benar selesai.

 

Di sinilah pentingnya komunikasi jujur dalam hubungan. Bukan berarti harus selalu frontal atau bahkan menyakitkan, tapi ini harusnya jujur tentang perasaan masing-masing, kebutuhan, dan batasan diri juga perlu sob. Komunikasi jujur justru membantu hubungan bisa tumbuh lebih kuat, lebih dewasa, dan lebih sehat secara emosional. Sini biar aku jelasin, baca artikel ini sampai habis ya!

 


Selalu Sepakat Itu Belum Tentu Sehat

Bisa saling menyepakati itu emang enak. Jarang bikin berantem. Tapi kalau sepakatnya karena takut pasanganmu marah, takut ditinggalin, malas rebut, nggak enak hati.

Itu bukan sepakat namanya, tapi menahan diri.

 

Masalahnya, perasaan yang ditahan itu tidak bisa hilang. cuma bikin numpuk. Dan biasanya meledak di waktu yang tidak tepat. Kayak pas berantem karena hal sepal, jadi kecampur masalah yang lain.

 

Hubungan sehat bukan hubungan tanpa masalah, tapi hubungan yang mampu untuk saling menyelesaikan dengan cara yang baik dan bijak.

 

Komunikasi Jujur Membuat Hubungan Lebih Nyata

Kalau kamu berani jujur dan apa adanya, kamu menunjukkan versi dirimu yang asli. Bukan versi yang dibuat supaya orang lain nyaman.

 

Contoh sederhananya:

  • jujur kalau kamu sedang capek
  • jujur kalau ada hal yang membuat tidak nyaman
  • jujur kalau butuh emang butuh waktu untuk sendiri

 

ingat ya! hubungan yang nyata bukan tentang selalu terlihat baik, tapi tentang bisa menerima sisi baik dan sisi kurang nyamannya dari pasangan.

 

Jujur Dapat Mencegah Salah Paham Berkepanjangan

Kebanyakan masalah dalam suatu hubungan sebenarnya bukan karena masalah besar, tapi karena miskomunikasi yang dibiarkan.

 

Misalnya:

  • Pasangan merasa kamu cuek → padahal kamu lagi stres kerja
  • Kamu merasa pasangan berubah → padahal dia lagi banyak tekanan hidup

 

Kalau tidak dikomunikasikan, masing-masing mulai bikin asumsi sendiri. Dan asumsi biasanya jarang yang terlihat positif.

 

Komunikasi jujur itu membantu mengurangi overthinking loh, mencegah prasangka buruk satu sama lain, dan justru mempercepat penyelesaian kalau dalam masalah.

 

Komunikasi Jujur = Bentuk Rasa Hormat

Jujur bukan cuma soal menyampaikan isi kepala, tapi juga soal bagaimana menghargai pasangan sebagai orang yang cukup dewasa untuk menerima kenyataan.

 

Saat kamu mulai jujur, kamu sebenarnya bilang:

“Aku percaya kamu cukup kuat untuk dengar yang sebenarnya.”

 

Dan itu justru memperkuat rasa saling percaya kalian.

 

Selalu Sepakat Bisa Menghilangkan Identitas Diri

Kalau terlalu sering mengalah, lama-lama lupa sendiri dengan apa yang kamu mau, malahan bikin kamu kehilangan batasan pribadi karena merasa hubungan yang kamu jalin terasa berat tapi kamu sendiri tidak tahu kenapa.

 

Catat nih, “Hubungan sehat itu dua arah. Dua orang dengan kepribadian berbeda yang saling menyesuaikan, bukan satu orang yang selalu mengalah”.

 

Komunikasi Jujur Membantu Hubungan Lebih Tahan Lama

Hubungan yang bertahan lama biasanya bukan hubungan yang paling romantic ya, tapi yang paling bisa saling terbuka.

 

Tau nggak, Kenapa?

Karena tidak ada yang merasa harus berbohong atau pura-pura kalau ada sesuatu yang takut dicurigai dan tidak ada yang saling menyimpan emosi terlalu lama.

 

Hubungan seperti ini biasanya lebih stabil secara emosional, lebih mudah menyelesaikan masalah, lebih kuat jika menghadapi tekanan dari luar seperti urusan pekerjaan.

 

Cara Komunikasi Jujur Tanpa Menyakiti

Berani jujur bukan berarti kamu kasar. Ada kok caranya menyampaikan yang tetap memberi kesan empati.

 

Gunakan saja pola ini:

“Aku merasa … ketika …”

 

Contohnya:

Jangan pernah bilang “Kamu selalu cuek”

Cukup jujur bilang Aku merasa diabaikan saat kita jarang ngobrol”


Yang terpenting!

Bahas perasaan aja, bukan menyerang karakter. Dab belajarlah Jujur walau butuh waktu (Dan Itu Normal)

 

Kalau kamu masih bingung atau nggak tahu caranya, baca dulu artikel ini biar paham: Kebiasaan Komunikasi yang Diam-Diam Bikin Hubungan Retak.

Kalau sudah paham setelah baca itu, kamu nggak akan lagi memendam perasaan, komunikasi jujur memang terasa menakutkan di awal, tapi lama-lama akan terbiasan kok.

 

Yang penting mulai dari pilih waktu yang tepat aja dulu, belajar Cara Menyelesaikan Perdebatan Tanpa Merusak Hubungan, bicara saat emosi stabil, fokus solusi, bukan malah menyalahkan. Pelan-pelan, komunikasi jujur akan terasa lebih natural kok.

 

Hubungan Dewasa Butuh Kejujuran, Bukan Sekadar Kedamaian Sementara

Emang si, kalau kita udah sayang banget sama orang, kadang kita memilih diam demi suasana hatinya tetap tenang. Tapi ketenangan yang dibangun dari ketidakjujuran itu biasanya tidak bertahan lama sob. Aku udah pernah ngalamin soalnya!

 

Pada dasarnya hubungan yang baik itu berani bersikap dewasa, menghadapi perbedaan pendapat, walaupun timbul ketidaknyamanan tapi itu sifatnya sementara aja si.

Karena aku tahu, itu bagian dari proses bertumbuh bersama.

 

Kesimpulan

Selalu sepakat memang terasa aman . Tapi komunikasi jujur jauh lebih penting untuk membangun hubungan yang sehat dan tahan lama.

 

Komunikasi jujur itu membantu:

  1. memperkuat kepercayaan
  2. mengurangi salah paham
  3. menjaga identitas diri
  4. membuat hubungan lebih nyata

 

Hubungan yang baik dan bisa saling menguatkan bukan berarti hubungan yang kelihatan tentram atau damai, tapi hubungan yang cukup jujur untuk menghadapi masalah bersama.